Ancaman Virus Corona Kembali Menaikan Harga Emas Dunia

Ancaman Virus Corona Kembali Menaikan Harga Emas Dunia

Ancaman virus corona semakin mengahantui para pelaku pasar dalam ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global, sehingga harga emas dunia kembali naik.

Sampai saat ini tercatat 60.000 orang terjangkit virus ini dan 1,369 orang tewas. Penawaran bantuan tim medis dan dokter dari Amerika Serikat sampai saat ini masih ditolak oleh pemerintah China sehingga Gedung putih merasa bahwa pemerintah China menyembunyikan data dan tidak terlihat transparan terhadap jumlah pasien yang terjangkit penyakit ini.

Apa yang terjadi di pasar

Amerika Serikat memprediksi bahwa jumlah kasus penderita serangan virus corona di China lebih besar dari apa yang dilaporkan, sehingga membentuk gunung es yang tidak terlihat dipermukaan. Pemerintah China menolak bantuan Amerika Serikat karena sejauh ini dirasa masih dapat menanggulangi peyebaran virus mematikan asal kota Wuhan di provinsi Hubei.

Dari awal penyakit ini muncul, pemerintah China memang telah mengisolasi kota wuhan dan beberapa kota lainnya tetapi banyak kebijakan pemerintah China yang diambil agar kepanikan dipasar uang mereka dapat terkendali dan tidak membuat pasar uang menjadi runtuh.

 

Efek Terhadap Pasar

Semakin banyaknya aktivitas pabrikan yang terganggu di China tentunya membuat pertumbuhan ekonomi China melambat secara domestic dan pada akhirnya akan berpengaruh pada perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Harga emas dunia masih akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya ketakutan para pelaku pasar terhadap serangan virus corona yang berdampak pada pasar uang global.

 

Ekspektasi Pasar

Diprediksi pair XAUUSD akan bergerak dalam range 1572 – 1588 pada hari ini

Trading Plan :

Buy Limit 1566 – 1572 dengan target 1588

Grafik XAUUSD  time frame D1

gold 14 feb.png

 

Disclaimer

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan jam bahkan menit, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang.

TRADE NOW

Menyerupai

Harga Emas Kembali Naik

Harga emas dunia kembali naik kemarin karena para pelaku pasar ragu akan data penyebaran virus covid-19 atau virus corona dimanipulasi oleh pemerintah China…

Mata Uang Euro Kembali Terpuruk

Penguatan US Dollar Berlanjut Menjadikan Mata Uang Euro Kembali Terpuruk Pasar uang saat ini seperti bergerak tidak beraturan dimana teori korelasi tidak berfungsi…

eur

Berita terbaru

Pola Double Bottom Pada Pair NZDUSD

Pergerakan grafik pada pair NZDUSD di timeframe daily terlihat masih berada dalam trend turun, namun tertahan support kuat yang membentuk pola Double Bottom Meskipun sempat terkoreksi menguat pada perdagangan pekan lalu, namun kini pair NZDUSD kembali…

nzd
Harga Emas Kembali Naik

Harga emas dunia kembali naik kemarin karena para pelaku pasar ragu akan data penyebaran virus covid-19 atau virus corona dimanipulasi oleh pemerintah China…

AUDUSD Masih Berada Dalam Fase Bearish

Pergerakan pasangan mata uang AUDUSD kembali dalam tekanan turun pada pekan ini Setelah pada perdagangan dipekan lalu pergerakan pair AUDUSD sempat terkoreksi naik pasca kembali dibukanya pusat bisnis dan perkantoran di China pasca isolasi akibat virus…

aud

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pelajari lebih lanjut

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Internal error. Silahkan coba lagi

Buku Forex Pemula

Beginner Forex Book akan memandu Anda mengarungi dunia trading.

Buku Forex Pemula

Hal yang sangat penting untuk memulai trading
Masukkan e-mail Anda, dan kami akan mengirimkan buku panduan Forex gratis

Terima kasih!

Kami telah mengirim email tautan khusus ke e-mail Anda.
Klik link untuk mengkonfirmasi alamat Anda dan dapatkan panduan Forex untuk pemula secara gratis.

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera