Bagaimana trading berdasarkan trend?

Bagaimana trading berdasarkan trend?

Ketika trader pemula mencari informasi bagaimana untuk trading supaya bisa menghasilkan profit, maka bisanya trader tersebut biasanya menemukan saran untuk mengikut trend. Jika pasangan mata uang menguat, maka saatnya untuk membuka order "Buy". Jika pasangan mata uang tersebut melemah maka rekomendasinya adalah membuka order "Sell". Rekomendasi ini sesuai dengan logika. Namun ketika Anda mulai berlatih, maka itu semua jelas bukanlah semudah teorinya. Untuk bisa menghasilkan profit dari trading, Anda butuh instruksi yang lebih rinci. Artikel ini akan membantu Anda mengenal strategi trading trend dan memberi Anda langkah-langkahnya.

Ada beberapa trend

Sebelum Anda mulai membuka order di MetaTrader, Anda wajib mengetahui ada 3 jenis trend berdasarkan waktu, yaitu:

• Trend jangka panjang atau trend utama

• Trend menegah atau trend menegah

• Trend jangka pendek

Ketika trader bertanya kepada kami "Apa trend yang sedang terjadi di grafik EUR/USD?" kami biasa bertanya balik "Pada timeframe apa yang Anda maksud?" Betul sekali, jika Anda melihat dari timeframe yang berbeda untuk EUR/USD, maka Anda akan melihat perbedaan yang banyak pada grafik.

Trend jangka panjang bertahan 8 bulan - 2 tahun. Mereka menunjukkan gambaran yang besar dan merefleksikan perbedaan kekuatan ekonomi dari negara dengan mata uang yang membentuk pasangan mata uang, contohnya Zona Eropa dan Amerika Serikat. Trend menegah bertehan 1-8 bulan. Mereka terbentuk dari trend jangka panjang utama dan menuju ke arah sebaliknya. Trend jangka pendek bisa bertahan beberapa hari sampai satu bulan. Mereka muncul karena arus modal global yang disebabkan oleh berita ekonomi dan politik. Trend seperti ini memungkinkan trader mendapat profit dalam beberapa jam.

Anda harus mengingat meski Anda hanya trading pada waktu siang, Anda tetap harus mengetahui bukan hanya trend jangka pendek, namun juga trend menengah dan jangka panjang dan menggambar garis trend. Kadang harga bisa menemui resistensi atau support dari trend yang lebih besar. Jika Anda bisa mengidentifikasi tiga tipe trend pada grafik, maka Anda bisa melihat pasar dengan lebih baik.

Tahapan trend

Hal penting berikutnya adalah setiap trend terdiri dari 4 tahap, yaitu:

1. Trend muda

2. Trend matang

3. Trend menua

4. Trend berbalik arah

Jika trend sudah tua, maka tidak ada gunanya trading berdasarkan trend tersebut. Tujuan utama adalah mencari trend muda atau saat trend sudah matang. Dengan cara ini maka Anda bisa mendapat profit yang baik dari trading berdasarkan trend.

trend1.png

Jadi Anda perlu mencari trend tahap 2. Pada tahap ini Anda akan bisa menggambar garis trend. Untuk trend naik, maka Anda membutuhkan setidaknya dua harga rendah - harga rendah pertama dan harga yang lebih rendah dari yang pertama. Jika Anda menemukan 3 harga rendah yang berhubungan maka itu lebih baik lagi - itu berari trend sudah terbentuk. Garis trend akan menjadi garis support. Untuk trend turun, maka Anda membutuhkan 2 harga tinggi - harga tinggi pertama dan harga tinggi kedua dibawah yang pertama. Tentu saja lebih baik lagi jika Anda menemukan 3 harga tinggi yang saling berhubungan. Jika ini terjadi maka garis trend adalah garis resistensi.

trend2.png

Sangat penting untuk tidak malas berusaha membuat garis trend. Garis-garis itu merepresentasikan alat yang mudah namun efisien dari analisis grafik. Mereka bukan hanya menunjukkan seberapa kuat trend, namun juga bisa membantu menemukan daerah di masa depan dimana harga akan kembali dari support atau resistensi. Amati hal ini: semakin curam garis trend,maka semakin besar kemungkinannya untuk dilewati harga. Jika harga naik dengan cepat, maka pembeli yang mendorong ke arah yang lebih tinggi akan kehilangan kekutannya, dan pasar akan berbalik arah. Jika Anda ingin mendapat trend yang baik dan bertahan lama, maka pilihnya garis trend yang tidak begitu curam.

Kami juga menyarankan supaya Anda melihat korelasi dan konsolidasi yang terjadi pada saat trend. Seperti yang Anda lihat, meski harga memiliki kecenderungan untuk naik atau turun, mungkin saja tidak langsung naik lurus ke atas atau turun lurus ke bawah setiap saat. Korelasi adalah ketika pasangan mata uang berbalik ke arah yang berlawanan dari trend utama. Konsolidasi adalah periode dimana pergerakan harga horizontal.

Jika periode melawan pergerakan trend (korelasi) singkat dan rentangnya sideway (konsolidasi) sempit, maka Anda berhasil menemukan trend yang kuat dan aman untuk ditradngkan.

trend3.png

Indikator tehnikal

Ada grup indikator di MT4 yang disebut "indikator Trend". Ini bisa membantu Anda utnuk trading berdasarkan trend.

Moving Average akan membantu mengidentifikasi trend naik atau trend turun dan bertingkah seperti support dan resistensi. Kami merekomendasikan untuk menggunakan moving average sederhana dengan periode 20, 50, 100 dan 200.

ADX menunjukkan arah dan kekuatan dari trend. Pembacaan diatas 30 mengindikasikan trend kuat. Perhatikan juga indikator ini bisa saja lambat.

Trader bisa juga menggunakan oscillator (indikator yang terombang-ambing di sekitar harga pusat dan ditampilkan dengan windows pop-up terpisah di bawah grafik harga). Setelah Anda menentukan arah dari trend dengan menggunakan garis trend atau moving average, maka cek juga menggunakan Stochastic Oscillator. Kemiringannya harus kuat saat trend naik, dan Stochastic harus miring kuat ke bawah saat trend turun. Jika harga membuat nilai tinggi yang baru saat trend naik, namun Stochastic tidak, maka ini signal harga akan kembali turun.

trend4.png

Anda bisa mendapat data yang sama dari yang disediakan oleh indikator Stochastic dari oscillator lain yang disebut MACD. Perbedaannya adalah MACD datang dengan bentuk histogram (kolom dibawa grafik harga). Ketika trend naik, kolom MACD harus menjadi lebih besar, dan ketika trend turun kolom haruslah menurun dan kemudian mencapai daerah negatif.

Strategi trading menggunakan trend

Cara terbaik adalah selalu mengikuti pasar. Berikut adalah rekomendasi tahapannya:

1. Tentukan berapa lama Anda ingin berada di dalam trend. Keputusan ini akan mempengaruhi timeframe yang Anda pilih untuk trading. Jika Anda memutuskan untuk trading harian (contoh untuk beberapa jam saja), maka tentukan trend jangka panjang. Anda juga bisa menggunakan grafik H4 dan H1 untuk merencanakan trading Anda. Kami tidak merekomendasikan membuang waktu di timeframe yang lebih kecil seperti M15 karena disana situasinya berubah dengan cepat dan sulit membuat analisis yang baik untuk membuka order trading dalam beberapa jam.

2. Identifikasi trend - apakan trend naik atau trend turun? Perhatikan berita dan analisis ekonomi, cobalah untuk mengerti faktor (ekonomi) fundamental atau berita dibelakang trend ini. Apakah pasar yang sudah mengantisipasi atau peristiwa ekonomi penting? Atau mungkin saja sesuatu sudah terjadi dan ini berdampak pada pasar? Jika sentimen pasar naik, amak Anda bisa membuka order "buy" saat trend naik. Namun jika sentimen pasar turun, maka Anda bisa membuka order "sell" saat trend turun.

3. Gambar garis trend. Apakah curam atau biasa? Berapa kali harga menguji garis trend? Jika harga menyentuh garis support untuk ketiga kali saat trend naik dan kembali lagi pada saat trend naik, maka itu adalah signal untuk buy.

4. Periksa indikator tehnikal. Pastikan mereka mengkonfirmasi trend.

5. Tentukan tahapan trend. Trading pada saat awal atau akhir trend berisiko besar. Jadi lebih baik memilih tahapan trend yang sudah matang.

6. Pasang limit order dekat dengan garis trend. Saat trend naik, pasang Buy Limit di garis support. Saat trend turun pasang Sell Limit dekat dengan garis resistansi.

7. Pasang proteksi dengan Stop Loss di sisi lain dari garis trend. Stop Loss harusnya tidak terlalu dekat jadi order Anda tidak menutup otomatis karena volatilitas harian pasar. Tidak ada solusi umum untuk memilih Stop Loss. Kebanyakan lebih tergantung pada berapa lama Anda ingin mempertahankan posisi order (Anda harus memiliki ide dimana Anda ingin menutup order trading dengan profit yang dihasilkannya) dan juga volume order Anda. Biasanya Stop Loss dipasang 1/3 dari potensi Take Profit. Jika Anda trader harian dan order trading Anda dibiarkan terbuka selama beberapa jam maka lebih baik memasang Stop Loss yang melebihi 15 pip.

trend5.png

Menyerupai

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pelajari lebih lanjut

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Internal error. Silahkan coba lagi

Buku Forex Pemula

Beginner Forex Book akan memandu Anda mengarungi dunia trading.

Buku Forex Pemula

Hal yang sangat penting untuk memulai trading
Masukkan e-mail Anda, dan kami akan mengirimkan buku panduan Forex gratis

Terima kasih!

Kami telah mengirim email tautan khusus ke e-mail Anda.
Klik link untuk mengkonfirmasi alamat Anda dan dapatkan panduan Forex untuk pemula secara gratis.

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera