Cara menggunakan EMA dalam trading

Cara menggunakan EMA dalam trading

Moving average bukan sekedar kumpulan garis yang berwarna pada grafik seperti yang Anda kira. Moving average sebenarnya memiliki fungsi sebagai indikator andal untuk digunakan dalam strategi trading Anda. Hari ini, kita akan mempelajari topik baru mengenai salah satu jenis moving average yang disebut dengan exponential moving average.

Simple MA vs Exponential MA

Mungkin Anda belum tahu bahwa moving average memiliki beberapa ragam macam, antara lain simple, exponential, smoothed dan linear weighted. Perbedaan utama dari masing-masing MA terletak pada tingkat sensitivitas terhadap perubahan data yang digunakan dalam penghitungan.Exponential moving average (EMA) memberikan bobot yang lebih tinggi untuk harga terbaru, sedangkan simple moving average (SMA) memberikan bobot yang sama untuk semua nilai. Karena EMA memberikan bobot lebih tinggi untuk harga terkini daripada data yang lebih lama, ia lebih responsif terhadap perubahan harga terbaru ketimbang SMA. Oleh karena itu, beberapa trader lebih menyukai jenis MA ini.Penghitungan EMA sedikit lebih kompleks daripada penghitungan SMA. Pertama, Anda harus menghitung SMA itu sendiri.

SMA = jumlah harga penutupan untuk jumlah periode waktu / jumlah periode.

Lalu hitung pengali untuk faktor smoothing/weighting untuk EMA sebelumnya.

Pengali = 2 / (jumlah periode + 1)

Akhirnya Anda mendapatkan EMA untuk periode saat ini.

EMA periode saat ini = (harga penutupan - EMA periode sebelumnya) * pengali + EMA (periode sebelumnya)

Anda bisa menggunakan SMA sebagai EMA untuk periode sebelumnya jika Anda menghitung EMA untuk pertama kalinya.

Berkat kemajuan era teknologi, kita tidak perlu lagi menghitung MA sendiri. Komputer yang akan melakukannya. Untuk menerapkan EMA di grafik MetaTrader 4, Anda harus memilih Insert – Indicators – Trend. Lalu, klik tombol "Moving Average" dan ubah metode MA ke Exponential.

Trading dengan EMA

Ada beragam cara menggunakan EMA dalam trading. Mari kita lihat, strategi seperti apa yang paling umum digunakan agar EMA menjadi efektif dalam trading.

1. Indikator bisa memberikan sinyal jual/beli

Strategi yang disebutkan di bawah ini sangat sempurna bagi para scalper. Strategi untuk membuka posisi beli:

• Tunggu short EMA sampai memotong long EMA ke atas;

• Tunggu konfirmasi lainnya (break level kunci);

• Tempatkan order stop loss Anda lebih tinggi atau lebih rendah dari zona konsolidasi di bawah titik entry Anda;

• Ikuti arah MA;

• Tutup posisi Anda setelah short EMA memotong long EMA ke bawah.

Seperti yang terlihat pada gambar, kami menerapkan EMA berperiode 13 dengan warna cokelat dan EMA berperiode 21 dengan warna oranye pada grafik 5 menit untuk pasangan AUD/USD pada 25 Februari. Saat garis cokelat memotong garis oranye ke atas, pasangan mulai naik. Misalnya, Anda membuka posisi beli di harga 0.7162 dengan stop loss di 0.7155. Lalu, Anda menunggu EMA cokelat memotong EMA oranye terbaik dan menutup order di harga 0.7173.

1 (4).jpg

Begitu juga sebaliknya, jika garis cokelat (short EMA) memotong garis oranye (long EMA) ke bawah, maka menandakan sinyal pembukaan posisi jual. Anda harus menutup posisi saat short EMA memotong long EMA ke atas.Pada grafik yang sama, pemotongan dari dua EMA pada 21 Februari membantu Anda dalam membuka posisi jual di harga 0.7097 dengan stop loss di 0.7104. Anda tinggal menunggu pemotongan lain dan menutup posisi Anda dekat dengan support di 0.7077 selang 3 jam kemudian.

2 (3).jpg

2. Indikator bisa difungsikan sebagai support dan resistance dinamis

Dalam beberapa kondisi, EMA dapat difungsikan untuk mengatur level support dan resistance. Pada grafik 5 menit untuk pasangan AUD/USD, kita bisa melihat bahwa harga dapat menemukan support dan resistance di sekitar EMA berperiode 10. EMA selalu bergerak naik-turun mengikuti price action. Ia bisa sangat berguna, tapi juga bisa mengecoh kita. Kami lebih menyarankan Anda untuk mengikuti price action, bukan menempatkan support dan resistance secara acak di sekitar area tersebut.

3 (2).jpg

Hati-hati!

Kelemahan utama dari EMA yaitu meningkatnya risiko fakeout atau sinyal yang tidak relevan. Oleh karena itu, Anda perlu mempertimbangkan tren yang berkembang saat itu dan price action sebelum mengambil tindakan trading.

Kesimpulan

EMA adalah indikator yang sangat berguna, yang dapat membantu Anda dalam membangun strategi trading, terutama jika Anda adalah seorang scalper. Penerapan EMA yang tepat tentunya akan meningkatkan peluang untuk menghasilkan profit dan meminimalkan risikonya.

Menyerupai

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pelajari lebih lanjut

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Internal error. Silahkan coba lagi

Buku Forex Pemula

Beginner Forex Book akan memandu Anda mengarungi dunia trading.

Buku Forex Pemula

Hal yang sangat penting untuk memulai trading
Masukkan e-mail Anda, dan kami akan mengirimkan buku panduan Forex gratis

Terima kasih!

Kami telah mengirim email tautan khusus ke e-mail Anda.
Klik link untuk mengkonfirmasi alamat Anda dan dapatkan panduan Forex untuk pemula secara gratis.

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera